APA ITU CLOUD SERVICE BIOCLOUDAURUM.COM

BITCOIN-mining adalah bisnis yang mahal, tapi anda dapat menggunakan jasa cloud service Biocloudaurum untuk mendapatkan BITCOIN.

Cloud service Biocloudaurum memungkinkan pengguna untuk membeli kapasitas penambangan dari perangkat keras di pusat data, sehingga meminimalisir resiko penyewa.

Biocloudaurum.com mempermudah pengguna untuk menambang BITCOIN atau tanpa harus bersusah payah mengoperasikan & pemeliharaan server

Dengan menyewa Cloud-service Biocloudaurum, anda dapat menambang BITCOIN selama 1000 hari.

Secara matematika, server ini mempunyai life-span sekitar 1000 hari dan dalam 1000 hari yang akan datang, akan ada server baru yang lebih cepat & electricity cost yang lebih murah

BENEFIT anda Sewa Hash Power menambang BITCOIN di Biocloudaurum :

>>Tidak perlu mengeluarkan modal yang cukup besar,
>>Tidak perlu mengerti IT,
>>Tidak perlu mengerti konfigurasi sistem,
>>Tidak perlu menyiapkan sparepart pengganti,
>>Tidak perlu memikirkan biaya listrik & pemeliharaan,
>>Tidak perlu menanggung resiko jika mesin rusak / down.

Segera Daftarkan diri Anda dan Bergabung dengan Team kami..

Taufan : 081310467999
Kartini : 087717913766

MUI: Selama tidak Merugikan Umat, Bitcoin Sah Saja...


Tuesday, 16 January 2018 | 15:36 WIB
Republika/Mahmud Muhyidin


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bitcoin merupakan bagian dari perkembangan teknologi digital sebagai alat tukar transaksi. Bahkan, alat ini membuat investasi di luar kontrol bank sentral dan pemerintah.

Banyak orang yang tergila-gila dengan Bitcoin karena nilainya yang begitu besar ketika ditukar dalam bentuk rupiah. Bagaimana sebenarnya hukum transaksi dengan Bitcoin?

Sebagian ulama berpendapat bahwa Bitcoin sama dengan uang karena menjadi alat tukar yang diterima oleh masyarakat umum, mempunyai standar nilai dan alat saving. Namun, ulama lain menolaknya sebagai pengakuan masyarakat umum karena masih banyak negara yang menolaknya.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF menilai, alat pembayaran tersebut memberi kemudahan bagi aktivitas masyarakat. "Selama tidak merugikan umat, tidak masalah menurut saya. Perkembangan era teknologi juga kan sejalan dengan perkembangan hukum Islam, jadi tidak beku," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Jakarta, Selasa (16/1).

Kendati demikian, dia belum menerima surat pengajuan tertulis dari Fatwa DSN terkait alat pembayaran tersebut. Hanya saja, dia menekankan, selama Bitcoin tidak memiliki model pembayaran yang jelas dan tidak merugikan umat, maka bisa dikatakan aman.

"Setahu saya belum ada pengajuan tertulis. Sejauh ini, alat elektronik semacam ini tidak masalah, saling menguntungkan. Apalagi jaman jual beli online sekarang ini," ungkapnya.
Sebelumnya, pada 2018 pembelian harga tertinggi Bitcoin tehadap mata uang digitalnya kriptocurrency akan meningkat.

Dengan satu prakiraan dapat memecahkan rintangan senilai 60 ribu dolar AS. Sementara Bitcoin menanggung bahwa itu akan terhambat dan menurun.
Terlepas dari mana para investor berasal, bagaimanapun, tidak ada kegaduhan kenaikan fenomenal dalam mata uang digital yang meningkat lebih dari 1.000 persen pada tahun 2017.

Ke depannya, Bitcoin diharapkan semakin diminati dan memungkinkan akan menghadapi pengawasan dan persaingan yang lebih ketat pada mata uang digitalnya kriptocurrency.

Sementara itu, kelas aset yang lebih tradisional juga telah berjalan pada tahun lalu.

Rep: Novita Intan / Red: Agus Yulianto


Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/18/01/16/p2n3wg396-mui-selama-tidak-merugikan-umat-bitcoin-sah-saja

Tembus Miliaran! Ini Prediksi Harga Bitcoin 2018 Paling Akurat


1. Tom Lee, Rp160 jutaan

prediksi-harga-bitcoin-2018-paling-akurat-1
Tom Lee merupakan seorang pimpinan pakar perencanaan keuangan yang bekerja di Fundstrat Global Advisor. Ia mengatakan bahwa nanti pada pertengahan tahun 2018, harga Bitcoin akan menembus angka Rp160 jutaan. Hanya saja tampaknya prediksi ini sedikit meleset, lantaran saat ini harga Bitcoin sudah tembus Rp160 jutaan.

2. Clif High, Rp180 jutaan

prediksi-harga-bitcoin-2018-paling-akurat-2
Clif High merupakan seorang analis internet dengan metode yang dikembangkannya sejak tahun 1993 yaitu Halfpasthuman Adventures. Dengan sejenis Bot yang diprogram sedemikian rupa, ia bisa meramalkan masa depan. Dan menurut dia pada Maret 2018 mendatang harga Bitcoin akan mencapai Rp180 jutaan.

3. Ronnie Moas, Rp280 jutaan

prediksi-harga-bitcoin-2018-paling-akurat-3
Ronnie Moas adalah seorang pendiri dari Standpoint Research, ia terkenal sebagai salah satu analis keuangan terbaik yang pernah ada. Ia prediksi harga Bitcoin bisa menembus hingga Rp280 jutaan di tahun 2018 mendatang, atau setidaknya hingga tiga tahun ke depan.

4. Mike Novogratz, Rp560 jutaan

prediksi-harga-bitcoin-2018-paling-akurat-4
Memiliki nama lengkap Michael Edward "Mike" Novogratz, ia memiliki karir panjang di dunia investasi. Sebelumnya ia adalah kepala pengelola investasi dari perusahaan Fortress Investment Group, tercatat pula sebagai salah satu orang terkaya menurut Forbes di tahun 2007 dan 2008. Ia mengatakan Bitcoin akan seharga Rp560 juta di tahun 2018, wow!

5. Tone Vays, Rp1.4 Miliar

prediksi-harga-bitcoin-2018-paling-akurat-5
Tone Vays adalah salah satu konsultan blockchain ternama saat ini. Sebelumnya ia sempat berkarir sebagai kepala riset di Brave New Coin, serta juga analis di CoinTelegraph. Berdasarkan pengalamannya ia prediksi harga BitCoin 2018 akan meroket ke Rp1,4 miliar, gokil!

6. John McAfee, Rp14 Miliar

prediksi-harga-bitcoin-2018-paling-akurat-6
Memiliki nama lengkap John David McAfee, sesuai namanya merupakan pendiri antivirus McAfee di tahun 1987. Meninggalkan antivirus McAfee di tahun 1994, ia selanjutnya menjadi CEO dari MGT Capital Investments Inc. Ia mengatakan bahwa harga Bitcoin 2018 akan melesat ke bulan dengan angka Rp14 miliar, SUPER SEKALI!

Harga Bitcoin di 2018 Ditaksir Rp 814 Juta!



Lonjakan harga Bitcoin yang signifikan sepanjang 2017 diprediksi akan semakin tak terbendung pada tahun depan. Malah diperkirakan bisa mencapai Rp 814 juta.

Tahun 2017 seakan menjadi masa pembuktian bagi Bitcoin sebagai cryptocurrency yang paling diperhitungkan. Salah satu klimaksnya terjadi saat mata uang digital tersebut behasil mencatat rekor tertinggi dengan nilai USD 19.796 (Rp 268 Juta) pada 17 Desember lalu.

Para ahli pun memprediksi bahwa dengan pencapaian tersebut, Bitcoin berpotensi mencatatkan nilai yang jauh lebih tinggi lagi tahun depan. 

"Bitcoin dapat mencapai USD 60 Ribu (Rp 814 Juta) pada Desember 2018," ujar Mike Dumont, Senior Editor Bitcoin.com, seperti detikINET kutip dari Futurismpada Minggu (31/12/2017).

Hal senada juga diungkapkan oleh Mohammad Tayeb selaku COO Medicalchain, sebuah platform penyedia layanan medis berbasis blockchain. 

"Bitcoin dapat menyentuh angka USD 50 Ribu (Rp 678 Juta) tahun depan, bahkan lebih. Saya pikir akan semakin sedikit orang yang terkejut terhadap pemberitaan mengenai lonjakan nilai Bitcoin," katanya.

Prediksi dengan jangka waktu yang lebih panjang dilontarkan oleh Jeremy Epstein, CEO Never Stop Marketing, startup firma pemasaran berbasis Blockchain.

"Dengan catatan sepanjang tahun ini, saya tidak akan tekejut jika Bitcoin dapat menyentuh angka USD 250 Ribu (Rp 3,39 Miliar) atau lebih dalam waktu lima tahun. Meskipun begitu, masih ada kemungkinan 50:50 antara sukses besar atau gagal total," tutur Epstein menjelaskan.

Tak dapat dipungkiri, pertumbuhan nilai Bitcoin pada 2017 memang bisa dibilang fantastis. Walaupun begitu, kritik terhadap cryptocurrency ini yang dianalogikan sebagai 'gelembung' (karena terus terbang tinggi namun dapat 'meletus' kapan saja) masih cukup melekat pada mata uang digital tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Armindo Araújo, Kepala Divisi Finansial dari NATIXIS, bank asal Prancis. "Ya, Bitcoin merupakan 'gelembung'. Permintaan terhadapnya akan terus membuatnya terus naik dan naik, dan saya cukup penasaran kapan ini akan terus terjadi," ujarnya.

"Menurut saya, posisi Bitcoin dalam setahun ke depan akan ditentukan oleh regulasi serta penerapannya di pasar global," kata Araújo menambahkan. Menariknya, pernyataan tersebut dibantah oleh Dumont.

Ia mengatakan bahwa terdapat tiga faktor yang membuat Bitcoin bukanlah 'gelembung', yaitu terbatasnya pasokan Bitcoin hingga 21 juta, pemberitaan media serta minat investor membuat orang-orang akan tetap membelinya, dan kapitalisasinya yang masih sangat kecil dibandingkan investasi konvensional.

Epstein juga mengutarakan hal yang serupa. "Kata 'gelembung' hanya digunakan oleh orang-orang yang tidak memahami Bitcoin itu sendiri," ucapnya.

Dumont dan Tayeb pun memiliki pandangan bahwa Bitcoin serta mata uang digital lain akan terus berkembang di masa yang akan datang.

"Cryptocurrency menjadi evolusi lanjutan dari bentuk uang di dunia digital, sebuah peningkatan dari bentuk kertas," Dumont berujar.

"Kita tengah melihat proses desentralisasi terhadap cryptocurrency. Mata uang digital akan terus berkembang pada 2018, sama halnya di 2017 ini," pungkas Tayyeb.